Menghidupi Trilogi Universitas Nusa Putra Lewat Pengalaman Mengajar di Sekolah Dasar

Oleh: Khoerunnisa – NIM 20220100059

Program Studi PGSD

Fakultas Bisnis dan Humaniora

Universitas Nusa Putra

Sebagai mahasiswa Universitas Nusa Putra, saya merasa bangga dan tergerak untuk menjadikan nilai-nilai yang diajarkan kampus bukan hanya sebagai semboyan, tetapi sebagai kompas hidup. Salah satu nilai paling fundamental adalah Trilogi Universitas Nusa Putra yang terdiri dari Amor Deus, Amor Parentium, dan Amor Concervis tiga nilai luhur yang menjadi fondasi dalam membentuk insan yang berkarakter dan berjiwa kemanusiaan tinggi, sesuai kutipan dari https://nusaputra.ac.id/id/tentang/nilai-nilai-luhur/

Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya dalam mengamalkan trilogi tersebut, khususnya saat saya mengajar di Sekolah Dasar. Pengalaman ini bukan hanya tentang memberikan ilmu, tapi juga tentang menanamkan kasih, keteladanan, dan penghargaan terhadap perbedaan, persis seperti semangat yang terkandung dalam trilogi itu.

1. Amor Deus – Cinta Kasih Tuhan

Amor Deus merupakan cerminan cinta kita kepada Tuhan, bukan hanya sebagai kewajiban beragama, tetapi sebagai kebutuhan jiwa. Bagi saya, mengajar bukan hanya aktivitas duniawi, tetapi juga ladang ibadah. Setiap pagi sebelum memasuki kelas, saya selalu mengawali hari dengan doa, memohon keberkahan ilmu, serta kekuatan hati untuk bersabar dan tulus dalam membimbing anak-anak.

Saya juga menanamkan nilai-nilai spiritual kepada murid-murid saya, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Saya ingin mereka tumbuh bukan hanya menjadi anak cerdas, tetapi juga anak yang tahu arah hidupnya, yaitu mendekat kepada Tuhan melalui setiap tindakan baik yang mereka lakukan.

2. Amor Parentium – Cinta Kasih Orang Tua

Nilai ini mengingatkan saya untuk selalu menghargai dan mendoakan orang tua, guru, dan para leluhur kita. Sebagai calon guru, saya sadar bahwa saya membawa warisan ilmu dari banyak generasi pendidik sebelumnya. Oleh karena itu, saya berusaha mengajar dengan penuh hormat dan dedikasi, seolah saya sedang mewakili para guru dan orang tua yang telah menitipkan anak-anak mereka kepada saya.

Dalam praktiknya, saya sering mengajak murid-murid untuk mengingat jasa orang tua mereka, untuk tidak melupakan rasa terima kasih dan bakti. Saya yakin, anak yang pandai menghormati orang tua akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

3. Amor Concervis – Cinta Kasih Sesama

Nilai ini sangat terasa ketika saya berada di tengah-tengah murid-murid yang beragam karakter dan latar belakang. Ada yang pendiam, ada yang aktif, bahkan ada yang sering kali sulit diatur. Tapi dari mereka, saya belajar tentang arti kasih sesama, menerima perbedaan dan memperlakukan setiap anak dengan adil, penuh kasih sayang, dan tanpa prasangka.

Saya selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang hangat, penuh kebersamaan, dan saling menghargai. Saya ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa hidup berdampingan itu indah, bahwa perbedaan bukanlah ancaman, tetapi anugerah Tuhan yang harus kita peluk bersama.

Melalui kegiatan mengajar di Sekolah Dasar, saya belajar bahwa mengamalkan trilogi Universitas Nusa Putra bukanlah hal yang sulit, selama kita mau menjadikan hati kita sebagai pusat penggeraknya. Cinta kepada Tuhan, kepada orang tua, dan kepada sesama bukan hanya slogan, tetapi nafas dalam setiap tindakan yang kita lakukan sebagai insan Nusa Putra.

Semoga kisah sederhana ini menjadi cerminan bahwa nilai-nilai luhur kampus dapat hidup dalam keseharian kita, dan semoga saya bisa terus belajar dan tumbuh menjadi pendidik yang membawa cahaya bagi generasi mendatang.


Sumber:

https://nusaputra.ac.id/id/tentang/nilai-nilai-luhur/

Komentar